Gaya hidup dan pengetahuan

10 Hal yang Terjadi Ketika Berhenti Minum Kopi

10 Hal yang Terjadi Ketika Berhenti Minum Kopi

Sebagian besar masyarakat akan meminum secangkir kopi ketika merasa mengantuk saat bekerja. Kopi juga bisa menambah tenaga ketika merasa badan lesu.

Namun ada beberapa orang yang justru mengalami gangguan tidur dan ingin mengurangi kebiasaan minum kopi.

Berikut 10 hal yang akan terjadi ketika berhenti minum kopi.

1. Bisa menurunkan berat badan

Salah satu hal yang terjadi saat kamu memilih untuk berhenti minum kopi adalah mengurangi kalori.

Penelitian di Duke University mengungkapkan, konsumsi kafein setiap hari dalam kopi, teh, atau minuman ringan meningkatkan kadar gula harian para peserta hampir 10 persen. Asupan gula yang tinggi ini dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan obesitas.

Kalori pun dengan cepat meroket--lebih dari 200 kalori per sajian--jika kamu memilih menambahkan krim dan gula pada gelas kopimu.

2. Menambah berat badan

Pernahkah kamu mengalami mengidam sesuatu, entah makanan atau minuman, jika belum mendapat kafein?

Perlu diketahui, kopi memiliki efek menekan nafsu makan sementara. Oleh karena itu, bukan tak mungkin kamu akan mencari makanan berlemak atau manis lebih sering daripada biasanya jika memutuskan untuk berhenti minum kopi.

Hal ini terjadi lantaran saat tak ada asupan kafein, tubuh mulai mencari perbaikan gula dengan cepat, meningkatkan gula darah dan konsumsi kalori harian. 

3. Bisa tidur lebih nyenyak

Meskipun kamu akan merasa lelah karena tubuh menyesuaikan dengan berkurangnya stimulan, ada efek jangka panjang yang bisa kamu dapatkan, yakni tidur malam yang lebih baik.

Efek ini lebih baik jika kamu terbiasa mengasup kopi saat sore dan malam hari.

4. Sakit kepala lebih sering

Setiap pecinta kopi dapat mengenali tanda-tanda sakit kepala karena tidak mengasup kafein di pagi hari.

Saat berhenti minum kopi, tubuh kekurangan adrenalin dan dopamin, hormon yang bertindak sebagai stimulan alami dan membuat tetap terjaga.

Sebaliknya, yang terjadi adalah adenosin—hormon yang bertanggung jawab untuk istirahat dan kelelahan—mengalir deras ke kepala, sehingga menyebabkan perubahan pada kimiawi otak yang mengakibatkan sakit kepala.

Juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics, Wesley Delbridge mengatakan, untuk meminimalkan rasa sakit, daripada mengurangi asupan kafein, lebih baik mencari pengganti.

Dia menyarankan, dengan mengganti kopi dengan teh, atau bahkan mencampurkan kopi berkafein dengan kopi tanpa kafein, yang dapat membantu menghindari gejala penarikan kafein.

Dampak lainnya, kamu akan akan segera sembuh dari ketergantungan kafein.

5. Bisa merasa sakit, tapi tidak lama

Sakit kepala bukan satu-satunya gejala menyakitkan dari berhenti minum kopi. Mereka yang berhenti mengonsumsi kopi melaporkan efek samping seperti depresi, kecemasan, pusing, gejala seperti flu, insomnia, cepar marah, perubahan suasana hati, dan kelesuan.

Kabar baiknya, kamu tidak akan merasakan hal ini selamanya.

Para ahli mengatakan, sebagian besar gejala fisik dari penarikan kafein akan berlalu setelah dua hari pertama, sementara sisa efek samping tidak akan bertahan lebih dari satu atau dua minggu.

6. Anda bisa memiliki senyum yang lebih sehat

Kopi sangat asam, yang berarti mengikis enamel gigi dan menodai gigi peminumnya dengan setiap tegukan.

Mengurangi kafein dapat melindungi gigi dari kikisan tersebut, plus kamu dapat tersenyum lebar karena gigi yang lebih putih.

7. Melewatkan antioksidan

Sejumlah penelitian menemukan, minum lebih dari tiga cangkir kopi per hari dapat menurunkan risiko mulai dari kanker payudara hingga Parkinson, serta meningkatkan kesehatan tulang.

Ini karena kopi mengandung antioksidan. Tapi, kita bisa mengganti dengan sumber lain, seperti teh hijau dan sayuran yang kaya antioksidan.

8. Bisa mengalami kesulitan berkonsentrasi

Berhenti minum kopi dapat membuat kamu merasa lelah dan mudah tersinggung, sehingga dapat menyebabkan kurangnya konsentrasi.

Untuk mengatasi kehilangan konsentrasi, cobalah mengunyah permen karet agar otak tetap waspada dan bekerja.

Ketika peserta melakukannya dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Psychology, mereka memiliki waktu reaksi yang lebih cepat dan hasil yang lebih akurat pada tugas mereka, terutama menjelang akhir sesi.

Plus, setelah hanya satu minggu tanpa kafein, kamu akan menemukan produktivitas meningkat.

9. Bisa menjadi sembelit

Kafein membuat berbagai hal bergerak melalui usus. Oleh karena itu, mengurangi kopi bukan tak mungkin membuat kamu sembelit.

Tapi jangan takut, ada banyak cara lain yang bisa menjaga buang air besar tetap teratur, salah satunya dengan mengasup banyak serat, minum air dan berolahraga.

10.Bisa merasa lebih tenang

Jika terlalu banyak kafein dapat membuat kamu tak bisa diam saat duduk di kursi, maka ini saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal.

Karena kafein adalah stimulan, maka secara alami dapat meningkatkan kadar hormon adrenalin dan stres dalam tubuh. Dengan menguranginya, kamu bisa membuat lebih tenang.
Bagikan:

0 komentar:

Posting Komentar