Gaya hidup dan pengetahuan

Masalah Mental Remaja Masa Kini, Depresi dan Kecemasan

Masalah Mental Remaja Masa Kini, Depresi dan Kecemasan

Masa remaja memang sebuah kebimbangan dan masa mencari jati diri. Sabagi seorang remaja kita harus bisa menghindari pergaulan negatif. Dan Sebagai seorang orang tua juga harus bisa membimbing anak ke jalan yang benar agar dapat meraih cita-cita nya.

Masalah mental memang bisa dialami siapa saja, termasuk remaja. Menurut sebuah studi, depresi dan kecemasan adalah masalah terbesar yang dihadapi remaja masa kini.

Studi yang dilakukan oleh Pew Research Center terhadap remaja di Amerika Serikat itu juga mengungkap, masalah gangguan mental itu ditemui pada remaja dari berbagai status sosial dan gender.

Sebanyak 7 dari 10 remaja berusia 13-17 tahun itu mengatakan kecemasan dan depresi adalah masalah utama di kelompok usia mereka.

Di urutan berikutnya adalah bullying, narkoba, dan konsumsi alkohol.

Ketika ditanya tentang tekanan yang dimiliki, 61 persen menjawab mereka merasakan keresahan karena harus mendapat nilai yang bagus.

Sebagai perbandingan, 3 dari 10 remaja mengatakan ada tekanan untuk selalu tampil keren dan juga bisa menyesuaikan diri secara sosial.

Tekanan yang mereka hadapi di sekolah itu kemungkinan terkait dengan tujuan mereka setelah lulus sekolah. Sebanyak 59 persen mengatakan mereka ingin melanjutkan kuliah.

Bagaimana dengan di Indonesia? Menurut studi tahun 2017 yang dimuat di Journal of Psychiatry mengungkap, 6,9 persen mahasiswa di Yogyakarta punya pemikiran bunuh diri.

Sementara itu data Riset Kesehatan Dasar 2013 menyebut, 140 dari 1000 remaja juga memiliki masalah kesehatan mental.

Masalah sosial

Kecemasan sebenarnya adalah respon yang normal kepada stres dan terkadang hal ini bisa membantu remaja menghadapi situasi yang menegangkan.

Namun, gangguan kecemasan ini bisa berkembang menjadi rasa takut, malu, dan membuat mereka menghindari aktivitas atau tempat tertentu.

Masalah sosial yang rentan memicu depresi pada remaja antara lain penerimaan diri dan lingkungan. Trauma tertentu juga bisa menyebabkan depresi.

Diperlukan akses ke layanan kesehatan mental untuk remaja. Orangtua dan guru bisa menjadi garda terdepan untuk mengenali gejala gangguan mental pada remaja.
Bagikan: