Gaya hidup dan pengetahuan

Manfaat dan Sisi Negatif Mendengarkan Musik Sambil Lari

Manfaat dan Sisi Negatif Mendengarkan Musik Sambil Lari

Sekarang ini mudah sekali kita lihat pada sore hari orang berolahraga sederhana seperti lagi. Dan kebanyakan orang yang berlari menggunakan headset atau earphone di telinganya.

Jika kamu merupakan salah satunya, berikut sejumlah manfaat berlari sambil mendengarkan musik menurut para ahli:

1. Lebih semangat berlari

Setiap pelari pernah mengalami hari-hari dimana mereka lari untuk jarak jauh atau berlatih untuk lomba maraton.

Pada hari-hari berat tersebut, kita mungkin membutuhkan motivasi lebih, salah satunya dari lagu-lagu yang kita suka.

Psikolog olahraga Costas Karageorghis, Ph.D mempelajari pengaruh positif musik terhadap para atlet. Ia sepakat bahwa menyetel musik bisa membantu para pelari meraih performa optimal ketika berlari.

"Musik membangun aspek-aspek positif perasaan, seperti ketertarikan dan kebahagiaan serta mereduksi aspek negatif, seperti tekanan, kelelahan dan kebingungan," kata Karageorghis.

Sebuah penelitian dari Journal of Strength and Conditioning Research mendukung asumsi tersebut. Penelitian tersebut menemukan bahwa mendengarkan musik sebelum latihan lari atau maraton 5K akan meningkatkan semangat dan membuat tubuh semakin siap menghadapi tantangan di depan mata.

Mendengarkan musik ketika berlari bisa sangat membantu memperoleh semangat. Karenanya jangan lupa meluangkan waktu untuk membuat daftar lagu tersendiri yang sesuai dengan aktivitas larimu.

2. Menjaga kecepatan agar konsisten

Banyak pelari memilih untuk lari tanpa musik sehingga mereka bisa fokus pada hal-hal penting, seperti pernafasan mereka dan langkah kaki untuk menjaga kecepatan lari mereka.

Padahal, nyatanya musik atau podcast tidak selalu mengganggu konsentrasi tersebut. Jika digunakan secara tepat, musik bisa membantu para pelari menjaga kecepatan ketika berlari.

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh PLOS One, para pelari memiliki performa yang lebih baik ketika berlari sambil mendengarkan musik dengan tempo sesuai dengan langkah kaki mereka.

Karageorghis menyarankan agar pelari mendengarkan lagu dengan tempo cepat, sekitar 120 BPM untuk olahraga intensitas tinggi dan tempo musik kurang dari 120 BPM untuk olahraga dengan intensitas lebih rendah, seperti lari jarak jauh di akhir pekan.

Hal lainnya adalah, musik yang tepat juga bisa membantu tubuh kita pulih setelah olahraga berat.

Kamu bisa mencoba daftar lagu dari Podrunner atau Spotify untuk menyesuaikan musik dengan kecepatan larimu.

3. Lari terasa lebih ringan

Latihan atau lomba lari adalah sesuatu yang cukup berat. Maka, apa salahnya jika membuatnya sedikit lebih mudah.

Menurut sebuah studi yang dilakukan di Keele University, Inggris, mendengarkan lagu favorit ketika berlari dapat mereduksi tingkat usaha dan meningkatkan rasa ketika sedang berlari.

Stimulasi dari musik bisa menghalangi stimuli internal seperti kelelahan, yang sinyalnya disampaikan oleh otak ketika kita berada di pertengahan sesi lari.

Ketika persepsi pelari tentang kelelahan berkurang, mereka akan merasa bisa berlari dengan durasi lebih lama.

Jika kamu membutuhkan motivasi untuk olahraga yang berat, cobalah mendengarkan musik favorit.

Sebuah studi yang dipublikasikan pada Medicine & Science in Sports & Exercise menemukan bahwa ketika subjek sedang melakukan olahraga berat, mereka memproduksi lebih banyak kekuatan dan memiliki tenaga yang lebih kuat ketika mendengarkan musik favorit mereka.

Sisi negatif

Namun, mendengarkan musik ketika berlari juga memiliki sisi negatif. Beberapa di antaranya adalah:

- Menghalangi kepekaan seseorang terhadap  suasana sekitar.

- Kemampuan dan kecepatan lari bergantung terhadap musik.

- Mengurangi pengalaman melakukan olahraga lari, atau menjadi tidak terlalu merasakan langkah-langkah saat berlari.
Bagikan: